Connect with us

Hukum

Sidang Lanjutan Habib Rizieq di PN Jakarta Tinur, JPU Hadirkan Saksi Ahli, Tanpa Streaming

Sidang lanjutan Habib Rizieq Shihab hari ini, Senin 17 Mei 2021 (Foto Tribunnws.Com)

Sebagai informasi, eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) disidang untuk kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan teregister dalam dua perkara yang berbeda.

BISNISREVIEW.COM – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang perkara pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan atas terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dan kelima mantan petinggi FPI hari ini, Senin (17/5/2021).

Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faisal menuturkan, untuk persidangan yang digelar hari ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan tidak disiarkan secara live streaming melalui YouTube resmi PN Jakarta Timur.

Kendati demikian, kata Alex, untuk keperluan peliputan media, pihaknya telah menyiapkan dua monitor TV di depan ruang sidang.

“Sidang tidak dilakukan secara live streaming, untuk media diberikan akses di lobby depan sebanyak 2 layar TV,” imbuh Alex dalam keterangannya dikutip, Senin (17/5/2021).

Ia menjelaskan, untuk sidang hari ini beragendakan mendengar keterangan saksi ahli yang akan dihadirkan oleh pihak terdakwa.

Ia mengatakan, rencananya ahli yang akan dihadirkan oleh kubu Rizieq Shihab yakni berjumlah dua orang.

“Senin 17 Mei 2021, dengan agenda pemeriksaan ahli Epidemi dan ahli Bahasa dari Terdakwa/kuasa hukumnya,” katanya.

Namun dia tidak memberikan informasi detail terkait identitas atau nama dari ahli yang akan dihadirkan pada sidang ini.

Sebagai informasi, eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (MRS) disidang untuk kasus pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan teregister dalam dua perkara yang berbeda.

Di mana untuk perkara pertama yakni teregister dengan nomor 221/Pid.B/2021/PN.JktTim untuk terdakwa Rizieq Shihab dan perkara nomor 222/Pid.B/2021/PN.JktTim untuk terdakwa kelima mantan petinggi FPI terkait kasus kerumunan di Petamburan telah didakwa pasal berlapis yakni.

– Pasal 160 KUHP juncto Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;

– Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;

– Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau;

– Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,

– Pasal 82A ayat (1) juncto 59 ayat (3) huruf c dan d UU RI Nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 10 huruf b KUHP juncto Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Sedangkan perkara kedua teregister dengan nomor 226/Pid.B/2021/PN.JktTim untuk kasus kerumunan di Megamendung saat acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan peresmian Ponpes Argokultural Markaz Syariah.

Dalam perkara ini Muhammad Rizieq Shihab didakwa Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo 216 ayat 1 KUHP. (BR/Arum)

Sumber: Tribunnews.Com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum