Connect with us

Nasional

Situasi Makin Semrawut, Ribuan Pemudik Mengendarai Motor Jebol Barikade Penyekatan

Ribuan pemudik mengendarai motor menjebol brikade penyekatan, petugas gabungan kewalahan (foto Warta Kota)

Para pemudik diminta untuk putar balik, tetapi mereka menolak. Akibatnya, terjadi macet total sepanjang 5 kilometer. Situasi semakin panas disebabkan para pemudik terus memaksa untuk melintasi pos penyekatan itu.

BISNISREVIEW.COM – Mudik lebaran sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia yang dilakukan setiap menjelang lebaran Idul Fitri. Meski kali ini ada larangan mudik karena demi mencegah penyebaran pandemi Covid-19, namun masih saja masyarakat berupaya untuk mudik.

Seperti terjadi pada Minggu (9/5/2021) pukul 22.40 WIB,  ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang.

Bahkan, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus untuk melewati pos penyekatan yang dijaga petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Situasi semakin semrawut dan macet tidak bergerak sepanjang 5 kilometer.

Petugas gabungan yang berjaga tampak kewalahan dengan berjubelnya para pemudik yang memadati dua jalur.

Para pemudik diminta untuk putar balik, tetapi mereka menolak. Akibatnya, terjadi macet total sepanjang 5 kilometer.

Situasi semakin panas disebabkan para pemudik terus memaksa untuk melintasi pos penyekatan itu.

Khawatir situasi semakin parah dan terjadi hal yang tak diinginkan, polisi membuka barikade penyekatan tersebut.

Para pemudik tampak semringah dapat melewati titik penyekatan tersebut. Pembukaan penyekatan dilakukan tak berlangsung lama, sampai situasi arus kendaraan dinilai aman.

Pada Senin (10/5/2021) sekitar pukul 01.50 WIB, situasi titik penyekatan kembali kondusif.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengeklaim, petugas telah berusaha keras untuk menghalau para pemudik di titik penyekatan Kedungwaringin.

“Guna mengurai kemacetan, kami membuka pos penyekatan,” katanya, dikutip dari Warta Kota, Senin (10/5/2021).

Hendra menjelaskan, sebelum membuka penyekatan, pihaknya sudah berkordinasi dengan posko penyekatan di beberapa wilayah berikutnya, seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang.

“Kita sudah koordinasi dengan wilayah lain terkait para pemudik ini,” ucapnya.

Hendra berharap hal ini tak terjadi lagi. Ia berujar, pihaknya akan menambah jumlah personel untuk memperkuat posko penyekatan di Kedungwaringin yang menjadi perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.

“Kami akan menambah personel, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi,” sebut Hendra. (BR/Arum)

 

Sumber: Warta Kota

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional