Bisnis
Tunggu Data Inflasi AS, IHSG Masih Dalam Mode Tekanan
BISNISREVIEW.COM – IHSG diperkirakan akan melemah hari ini, Senin (11/11) setelah akhir pekan lalu ditutup menguat 0,6 persen ke level 7.287. Angka perkiraan level support 7.200 – 7.250 dan resisten 7.320 – 7.380.
Penguatan indeks kemarin masih disertai dengan net sell asing Rp2,21 triliun efek outflow setelah Trump terpilih sebagai presiden US. Saham yang paling banyak dijual asing adalah
” IHSG masih berpotensi terkoreksi kembali karena masih derasnya outflow asing di big banks, dan juga menunggu data inflasi US di pertengahan minggu ini,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam riset hariannya.
dengan rincian sebagai berikut :
1. KLBF : Speculative buy,
Beli di level 1540, cut loss jika break di bawah 1525. Jika tidak break di bawah 1540, potensi naik ke 1570-1590 short term.
2. ICBP : Speculative Buy
Beli di level 12100, cut loss jika break di bawah 12000. Jika tidak break di bawah 12000, potensi naik ke 12200-12300 short term.
3. ADRO : Buy on Weakness
Beli di 3790, cut loss jika break di bawah 3740. Jika tidak break di bawah 3740, potensi naik ke 3880-3930 short term.
4. CPIN: Buy on Weakness
Beli di 4860, cut loss jika break di bawah 4800. Jika tidak break di bawah 4800, potensi naik ke 4900-4950 short term.
5. AMRT: Buy on Weakness
Beli di 3070-3110, cut loss jika break di bawah 3020. Jika tidak break di bawah 3020, potensi naik ke 3160-3220 short term.
6. LEAD: Speculative Buy
Beli di 137-138, cut loss jika break di bawah 134. Jika tidak break di bawah 134, potensi naik ke 142-146 short term.(Red)