Bisnis
Dipicu Lemahnya Ekspor April 2023 dan Perkiraan Output yang Lebih Tinggi, Harga Minyak CPO Terkoreksi
BISNISREVIEW.COM – Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Exchange terpantau terkoreksi di sesi awal perdagangan Kamis (13/4/2023).
Terkoreksinya harga CPO dipicu karena lemahnya ekspor bulan April 2023 dan perkiraan output yang lebih tinggi. Kondisi ini ikut membebani sentimen pasar.
Koreksi ini memperpanjang tren pelemahan yang berlangsung sejak perdagangan.
Melansir Refinitiv, harga CPO pada sesi awal perdagangan terpantau terkoreksi 1,91% ke posisi MYR 3.703 per ton pada pukul 09:20 WIB. Dengan perlemahan ini membawa harganya kembali jatuh ke level 3.700-an.
Pada perdagangan Rabu (12/4/2023) harga CPO ditutup terkoreksi 2,91% ke posisi MYR 3.775 per ton. Dalam tiga hari perdagangan, CPO mencatatkan pelemahan 0,5%, namun secara bulanan harganya masih naik 0,37%.
Merosotnya harga terjadi sejak perdagangan kemarin setelah Asosiasi Penggiling Minyak Sawit Semenanjung Selatan (SPPOMA) melaporkan kenaikan produksi bulanan sebesar 35% selama 10 hari pertama bulan April.
“Permintaan adalah kekhawatiran lain di bulan April, dengan harga minyak nabati yang bersaing seperti minyak bunga matahari dan minyak rapeseed menyempit dibandingkan kelapa sawit,” kata Paramalingam Supramaniam, direktur broker Pelindung Bestari yang berbasis di Selangor dikutip Reuters.
Berdasarkan data surveyor kargo Societe Generale de Surveillance mengatakan pada Selasa (11/4/2023), ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-10 April turun 16,2% menjadi 408.663 ton dari 487.530 ton pada periode yang sama Maret.
Sementara itu, produksi kedelai di Argentina akan turun ke level terendah dalam 23 tahun, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, karena kekeringan yang membuang-buang tanaman menghancurkan ladang di produsen utama Amerika Selatan. (BR/Arum)