Connect with us

Bisnis

Infrastruktur Pemerintah Meningkat, Sejumlah Sektor Saham Diprediksi Menarik dan Berpotensi Meraih Cuan di Tahun Kelinci Air

Sejumlah orang sedang mengamati perkembangan sektor saham di tahun kelinci air.

BISNISREVIEW.COM – Memasuki tahun kelinci air, sejumlah sektor saham diprediksi menarik dan berpotensi meraih cuan yang bagus seperti perbankan dan semen berkat proyek IKN.

Research Analyst MNC Sekuritas Andrew Susilo mengatakan adanya sentimen yang menopang sektor ini adalah anggaran infrastruktur pemerintah yang meningkat. Pada tahun ini, kata Andrew, pemerintah mulai menggenjot pengerjaan dan penyelesaian proyek.

“Proyek mereka di tahun 2023 terutama tahun ini tahun politik menuju 2024 di mana kita lihat di tahun ini mulai ada kampanye. Proyek ini seperti ada pembangunan tol trans Sumatera, Kereta Cepat Jakarta – Bandung dan proyek IKN. harga gas yang sudah normal juga meringankan expense pembuatan semen,” katanya dalam acara Hoki di Tahun Kelinci, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: https://bisnisreview.com/sentimen-pernyataan-gubernur-the-fed-yang-mendukung-suku-bunga-acuan-ihsg-melanjutkan-tren-penguatan/

Menurut Andrew, sektor perbankan hingga semen berpotensi cuan pada tahun ini. Saham sektor perbankan kata Andrew, ditopang oleh sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika dan Bank Indonesia. Dengan suku bunga tinggi kecenderungan masyarakat menaruh uangnya di bank akan lebih tinggi.

“Menurut kami paling menarik sektor perbankan karena dengan kenaikan suku bunga jadi makin banyak orang nabung di bank jadi uang mereka jadi banyak di bank kita proyeksikan bahkan pertumbuhan pendapatan mereka dari laba bersih bisa meningkat double digit,” katanya.

Kedua, lanjut dia, adalah sektor semen yang terlihat dari kenaikan harga saham emiten SMGR dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu sektor konsumer juga patut dilirik karena memasuki tahun politik. Pada tahun politik cenderung ada pembagian sembako. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang di atas 4 persen juga turut menopang sektor ini.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/ykmi-nilai-kenaikan-biaya-haji-tak-wajar-peran-dan-fungsi-bpkh-dipertanyakan/

Normalisasi harga komoditas juga turut jadi sentimen positif untuk sektor ini, meski ada sentimen cukai minuman manis.

“Ada migas dan batu bara yang harganya masih tinggi dan prospek masih baik dan demand dari China dan India yang negara industri ini memberikan angin segar untuk sektor ini. kan cashnya lagi banyak di tahun ini ada pembagian dividen dan bisa jadi frekuensinya jadi jumbo,” bebernya.

Sektor lainnya adalah sektor perunggasan yang ditopang oleh sentimen hari raya Idul Fitri di Semester I 2023. Sektor retail, kata Andrew, juga patut dicermati mengingat pelonggaran PPKM dan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

“Ada juga Telekomunikasi, dengan mereka yang sektor defensif ditambah lagi proyek FMC tentu dengan proyek ini berpotensi meringankan cost mereka di tengah harga paket data meningkat sejak 2020,” katanya. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis