Bisnis
Mafia Minyak Goreng Telah Bertindak Curang, Ekonom: Pemerintah Perlu Menindak Tegas
BISNISREVIEW.COM – Kelangkaan minyak goreng menjelang bulan suci Ramadhan telah meresahkan masyarakat, utamanya umat Islam. Kelangkaan minyak ini menjadi trend publik saat ini.
Pengamat Ekonomi dan Hukum Nasional, Hardi Fardiansyah mengungkapkan, faktor kelangkaan minyak goreng itu adalah adanya permainan para mafia minyak goreng. Tindakan curang para mafia minyak goreng itu, tambah Hardi, berdampak pada harga sembako.
“Minyak goreng itu merupakan salah satu bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, apa lagi menjelang Ramadhan, tentu masyarakat sangat membutuhkannya,” kata Hardi kepada Bisnisreview.Com, Senin (21/3/2022).
Karena diduga ada permainan mafia dibalik kelangkaan minyak goreng tersebut, maka dia meminta agar pemerintah segera menindak tegas atas kecurangan minyak goreng yang diduga dilakukan mafia minyak goreng.
“Saya sudah ngecek di warung sembako ternyata minyak goreng kosong, meskipun harganya mahal namun diborong habis oleh masyarakat, karena ini salah satu kebutuhan pokok,” jelasnya.
Karena sampai saat ini minyak goreng masih sangat langka dan yang penyebabnya diduga mafia minyak goreng, maka Hardi meminta kepada pemerintah untuk tidak perlu berpikir ulang dalam menindak mafia minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat.
“Saya berharap pemerintah segera bertindak tegas atas tindakan para mafia minyak goreng tersebut dengan hukuman yang setimpal, bahkan lebih dari koruptor,” kata Hardi berharap.
Dia juga mengatakan, saat ini pemerintah melalui Kementerian Perdagangan tengah berupaya menstabilkan ketersediaan barang dan meratakan harga di pasaran. Namun dengan adanya kecurangan, maka minyak goreng menjadi langka.
“Ini sebenarnya tindakan mafia minyak goreng sudah melebihi batas kewajaran dalam hukum dagang. Tindakan mereka para mafia ini sudah jelas menyengsarakan rakyat,” ujarnya.
Sekadar diketahui, pada periode 1-12 Maret 2022, PT BKP telah memproduksi 23,49 juta liter minyak goreng. Dari jumlah tersebut 12,87 juta liter diproduksi di pabrik yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara. Rata-rata produksi hariannya mencapai 1,43 juta liter/hari.
Produksi dilakukan di pabrik yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur sebanyak 10,62 juta liter dengan rata-rata produksi hariannya mencapai 1,18 juta liter per hari. Produksi minyak goreng PT BKP dilakukan setiap hari nonstop (setiap hari 24 jam, dalam seminggu. (BR/Arum)