Bisnis
Pengamat: Perang Rusia dan Ukraina Berdampak Mengganggu Proses Pemulihan Ekonomi Dunia, Termasuk Indonesia
BISNISREVIEW.COM – Perang Rusia dan Ukraina telah banyak menelan korban dan menimbulkan aliran pengungsi semenjak dimulai sejak 24 Februari 2022 yang lalu.
Krisis humaniter yang terjadi di Ukraina perlu menjadi prioritas utama masyarakat dunia. Namun demikian, pengamat telah mewanti-wanti agar negara-negara lain mengantisipasi potensi dampak ekonomi global dari konflik tersebut.
Sejalan dengan hal itu, Pengamat Ekonomi, Hukum & Politik Nasional, Hardi Fardiansyah menilai, perang Rusia dan Ukraina dapat berefek buruk terhadap perekonomian. Hardi menyebut, perang ini akan merugikan perekonomian Indonesia global dan mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
“Perang Rusia dan Ukraina terhadap perekonomian di Indonesia, bagi saya apa pun ketegangan kedua negara itu akan merugikan perekonomian global dan mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia,” kata Hardi kepada Bisnisreview.Com, Senin (14/3/2022).
Menurut Hardi, ekonomi akan tumbuh dan pertumbuhan ekonomi membaik apabila terjadi perdamaian antar kedua negara tersebut. “Pertumbuhan ekonomi global akan melandai apabila upaya damai kedua negara tidak segera terjadi,” katanya.
Ia memaparkan, dampak konflik Rusia ke Ukraina dan sanksi Uni Eropa ke Rusia dapat terjadi melalui beberapa transmisi di antaranya lonjakan harga komoditas, lonjakan harga energi, dan supply chain shock.
“Kombinasi dari ketiga hal itu akan berdampak bagi perekonomian global termasuk Indonesia yang saat ini masih mengalami dampak dari adanya pandemi Covid-19,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dosen dan Akademisi ini mengatakan, yang perlu diperhatikan dari konflik Rusia dan Ukraina itu adalah kemungkinan inflasi global karena kenyataan itu akan terjadi mengingat sasaran pertama dari konflik adalah terhambat-nya rantai pasok global, sehingga mengganggu pemulihan ekonomi global yang tengah terjadi saat ini.
“Dengan begitu pertumbuhan ekonomi global akan terkontraksi nyata. Selebihnya akan mengakibatkan melandai-nya konsumsi dan investasi global yang disebabkan terganggunya arus barang dan jasa internasional, sehingga sektor ekspor impor mengalami performasi yang menurun,” katanya.
“Sektor perdagangan internasional akan mengalami koreksi, meski nilai dagang Indonesia dan Rusia sebenarnya di posisi positif awal tahun 2022 berbanding tahun lalu,” tambah Hardi. (BR/Arum)