Bisnis
Rupiah Melemah Pasca Liburan Tahun Baru di Posisi Rp 15.604
BISNISREVIEW.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (3/1/2023) di tengah pergerakan variatif mata uang Asia lainnya setelah libur Tahun Baru. Yuan dan Won melemah, sementara Yen dan Baht menguat.
Mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif. Yen Jepang terpantau menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,5 persen. Kemudian disusul baht Thailand menguat 0,27 persen.
Di sisi lain, pelemahan terdalam terjadi pada won Korea Selatan sebesar 0,34 persen. Kemudian disusul oleh yuan China yang melemah 0,28 persen.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah 32 poin atau turun 0,21 persen sehingga berada di posisi Rp15.604 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks dolar AS terpantau menguat 0,27 persen atau naik 0,28 poin ke posisi 103,51 pada pukul 09.03 WIB.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS sejatinya telah melemah dalam beberapa bulan terakhir setelah data menunjukkan inflasi AS kemungkinan telah mencapai puncaknya. Hal tersebut diperkirakan akan mengundang laju kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lambat.
Sementara itu, bank sentral telah menaikkan suku bunga dengan relatif lebih kecil, yakni 50 basis poin pada Desember. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada Februari.
Dari dalam negeri, Ibrahim menuturkan para ekonom memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh dalam kisaran 4,5 sampai 5 persen pada 2023.
Angka pertumbuhan tersebut berpotensi dicapai meskipun ekonomi negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menjadi rentan akibat lonjakan inflasi dan pengetatan moneter. (BR/Arum)