Connect with us

Bisnis

Sri Mulyani Harap Kenaikan THR Bagi ASN Bisa Mendorong Konsumsi Masyarakat Khusus Kelas Menengah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

BISNISREVIEW.COM – Setiap satu tahun sekali Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan kepada pekerja yang telah bekerja selama minimal satu bulan, baik dengan status tetap ataupun kontrak.

Terkait hal itu, pemerintah menaikkan anggaran untuk THR Lebaran 2022 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI, Polri, pensiunan, dan pejabat negara pada tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, pemberian tunjangan ini dapat mendorong konsumsi masyarakat khususnya kelas menengah, sebagai strategi untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/didominasi-sektor-infrastruktur-wton-bukukan-kontrak-senilai-rp166-triliun-pada-akhir-maret-2022/

“Bulan Ramadan menjadi salah satu momentum pertumbuhan konsumsi masyarakat, sehingga pemberian THR ini salah satu strategi yang dilakukan. Diharapkan momentum ini juga dapat dinikmati masyarakt secara aman,” kata Sri Mulyani dalam Konperensi Pers THR dan Gaji 13, Sabtu (16/4/2022).

Sri Mulyani menilai, kondisi makroekonomi sangat mempengaruhi kemampuan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk mengalokasikan THR dan gaji ke-13. Sehingga tahun ini perekonomian dinilai membaik, anggaran yang dikeluarkan untuk THR dan gaji ke-13 ini juga mengalami peningkatan.

“Dalam dua tahun sebelumnya, pemerintah melakukan penyesuaian pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi ASN serta pensiunan karena kondisi ekonomi yang tertekan. Bahkan, pada 2020, THR hanya dibayarkan bagi ASN dengan jabatan di bawah eselon II,” jelasnya.

Dalam dua tahun terakhir (2020-2021) kebijakan THR dan gaji ke-13 dilakukan penyesuaian dengan fukus penanganan pandemi seperti Kesehatan, pemulihan ekonomi, dan bansos, jelas Sri Mulyani.

“Pemerintah menganggarkan THR Lebaran sebanyak Rp 34,3 triliun pada tahun ini, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp Rp 30,6 triliun, sementara di 2020 dengan total Rp 29 triliun. Sementara itu, untuk total anggaran yang akan digelontorkan untuk Gaji ke-13 belum dijelaskan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, perbandingan komponen THR dari tahun-tahun sebelumnya adalah, pada 2020 THR dan Gaji ke-13 hanya diberikan kepada aparatur negara tertentu (pejabat di bawah eselon II), serta pensiunan yang diberikan dengan besaran gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan.

“Tahun 2021, karena ancaman covid yang masih besar, nemun pemulihan ekonomi mulai berjalan dan disertai perbaikan kondisi APBN, 2020 THR dan Gaji ke-13 dibayarkan kepada seluruh aparatur negara dan pensiunan, Besaran THR dan Gaji ke-13 adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan melekat, dan tunjangan jabatan,” paparnya.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/kompetisi-trading-futures-7-hari-200-slot-kemenangan-dan-total-hadiah-400-000-usdt/

Sedangkan pada tahun ini, THR dan Gaji ke-13 dibayarkan dengan besaran gaji/pension pokok dan tunjangan yang melekat pada gaji/pensiun pokok termasuk diantaranya tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum, dan sebanyak 50% tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja.

Sementara itu, tambah dia, untuk intansi Pemerintah Daerah, paling banyak diberikan 50% tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan kapasitas fiskal daerah dan sesuai peraturan perundang-undangan. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis