Politik
Terkait Dugaan Skandal Seks Terhadap Wanita Emas, Dosen STPDN Lebak: Jika Benar, HA Akan lengser dari Ketua KPU
BISNISREVIEW.COM – Video pengakuan Ketua Umum Partai Republik Satu yakni Hasnaeni Moein yang juga dikenal sebagai Wanita Emas bahwa dirinya disetubuhi berkali-kali oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asyari (HA) dengan iming-iming politik yakni parpolnya akan lolos verifikasi untuk Pemilu 2024, viral dan beredar di media sosial.
Terkait itu, Dosen Sekolah Tinggi Pesantren Darunnaim Lebak (STPDN), Ahmad Himawan mengatakan setidaknya ada dua kemungkinan apabila dugaan skandal seks yang dituduhkan kepada Ketua KPU, Hasyim Asyari itu terbukti benar, maka yang bersangkutan akan lengser dari jabatan Ketua KPU.
“Ada dua kemungkinan. Jika cerita itu bener, maka HA, harus lengser dari jabatan ketua KPU dan dihukum seberat-beratnya sesuai kadar perbuatannya sebagaimana hukum dan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku agar bisa terjaga kredibilitasnya,” tegas Himawan dan keterangan tertulisnya, diterima Bisnisreview.com, Senin (26/12/2022).
Begitu sebaliknya, tambah Himawan, jika cerita itu dibeberkan atas faktor kesengajaan dan hasil rekayasa, maka bisa berdampak pemilu ditunda dan ini keinginan rezim. Tetap semuanya harus diusut tuntas agar rakyat bisa tetap menaruh kepercayaan kepada kepemimpinan lembaga penyelenggara pemilu itu.
“Jika ini rekayasa dari pihak tertentu, bisa berdampak buruk terhadap pesta demokrasi pemilu 2024 mendatang. Dan bisa-bisa pemilu ditunda,” lontar Himawan.
Lebih lanjut, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berpesan agar KPU bisa benar-benar menjaga amanah dari rakyat dan pertanggungjawsbannya di akhirat kelak.
“Atas kejadian itu, saya berpesan kepada KPU jika ingin bahagia di akhirat, maka harus benar-benar menjaga amanah. Karena sudsh banyak contoh penyelenggara sebelumnya yg berakhir tidak khusnul khotimah,” imbuhnya.
“Negara ini sangat membutuhkan orang-orang yang bersih dan berjiwa besar jika ingin tinggal landas menuju negara maju, yang rakyatnya sejahtera di awali dari pemilu yg jurdil bebas dari kecurangan,” tutupnya. (BR/Arum)