Connect with us

Bisnis

Wujudkan Potensi Nilai Ekonomi Digital, Kompas Inisiasi Kerjasama dengan Kemenko Perekonomian dan Lazada

Foto Ilustrasi

BISNISREVIEW.COM – Dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan potensi nilai ekonomi digital, Kompas inisiasi kajian riset bekerjasama dengan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dengan Lazada.

Kerjasama ini diinisiasi guna menganalisa potensi pertumbuhan ekonomi digital, khususnya di daerah. Kegiatan kerja Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema Indonesia Digital Economy Index 2022 ini juga, dilakukan dalam rangka mendukung dan mengoptimalkan potensi ekonomi digital agar berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: https://bisnisreview.com/berbahaya-pemilik-binomo-masih-melanjutkan-transaksi-ilegal-dalam-aplikasi-binomo-secara-tertutup-di-indonesia/

Sejalan dengan hal tersebut, Peneliti Riset Strategis Litbang Kompas, Wirdatul Aini mengatakan, Indonesia perlu membuka peta jalan akses berbagai macam sektor bisnis untuk bergabung dan memperkuat bangunan ekosistem ekonomi digital. Salah satunya dengan mengetahui potensi pertumbuhan ekonomi digital per daerah.

“Harapannya, melalui indeks tersebut dapat diketahui gambaran pertumbuhan dan pembangunan ekonomi digital, kesenjangan digital antar wilayah, serta potensi pembangunan ekonomi digital,” tutur Aini dalam forum diskusi FGD Indonesia Digital Economy Index 2022, Jumat, (17/6/2022).

Adapun, kegiatan ini juga bekerja sama dengan berbagai Kementerian dan instansi terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Badan Pusat Statistik dan Asosiasi ECommerce Indonesia.

Dimensi dan Indikator Indeks yang telah disusun oleh Tim dari Kemenko Perekonomian, Lazada dan Litbang Kompas akan di sosialisasikan melalui Focus Group Discussion (FGD) secara luring untuk menerima masukan dan tanggapan dari stakeholder terkait.

Analisis data sekunder akan menjadi tahapan selanjutnya untuk menyaring daerah yang memiliki nilai tertinggi pada masing-masing kategori. Untuk memperkuat pengukuran, pada daerah-daerah tersebut akan dilakukan survei terkait tingkat kesiapan masyarakat dan tingkat literasi ekonomi digital.

Baca Juga:https://bisnisreview.com/dijadikan-sebagai-forum-pertukaran-ide-ui-gelar-konferensi-internasional/

Lebih lanjut, harapannya melalui FGD ini dapat memberikan gambaran pertumbuhan dan pembangunan ekonomi digital di Indonesia, termasuk gambaran mengenai kesenjangan ekonomi digital antardaerah di Indonesia.

Melalui gambaran pertumbuhan dan kesenjangan tersebut, dapat dilihat potensi ekonomi digital berdasarkan kategori wilayah hingga nantinya dapat mendorong daerah tersebut untuk mengembangkan ekonomi digitalnya.

Lebih jauh lagi, hasil riset ini juga dapat menjadi bahan acuan yang dapat digunakan pemerintah pusat dan daerah selaku pembuat regulasi dalam menyusun kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. (BR/Arum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis