Connect with us

Opini

Tari Waur dan Legenda Raja Ondor, Anak Kedua Dari Empat Bersaudara

Tarian Waur yang dipentaskan ibu-ibu desa administrasi Dulak, Negeri Ondor, Kecamatan Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur

Oleh: Adam Rumbaru

BISNISREVIEW.COM – Tari Waur merupakan salah satu tarian adat yang dipentaskan Pata Rumah Rey, Kelirey saat Upacara Adat di Negeri Ondor atau Odar Lean. Ondor adalah sebuah negeri adat yang berada di Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Tari Waur cenderung dalam proses Upacara Adat Negeri Ondor yang merupakan suatu tarian yang sudah ada semenjak Negeri Ondor masih berbentuk kerajaan.

Tari Waur dalam proses upacara adat Negeri Ondor merupakan sebuah tarian yang menceritakan tentang perjalanan Raja Ondor yang turun dari Gunung Gia ke pesisir Pantai Namalua.

Proses pelaksanaan Tari Waur hanya bisa dilakukan atas persetujuan Raja Negeri Ondor dan dilakukan pada saat upacara-upacara adat yang berkaitan dengan Raja Negeri Ondor seperti pelantikan Raja Negeri Ondor dan Pernikahan Keturunan Raja Negeri Ondor.

Makna dari Tari Waur adalah untuk menghimpun semua Soa – Soa dan hasil sumber daya alam.

Semenjak di puncak pegunungan Gia, sang raja diapit di sebuah rumah gantung dinamakan Allan Derun.

Menurut cerita para raja dan orang tua atau sesepuh desa Ondor, bahwa raja Ondor yang bernama Ali-Ali Derun memiliki tiga orang saudara, raja Ondor sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Kakaknya perempuan bernama Suri-Suri Derun yang turun di Kotasiri. Sedang dua orang adiknya yaitu Ebi-Ebi Derun, turun di Kataloka, dan yang anak keempat atau yang paling bontot turun di Amar Sikaru, pulau Manuwoko. Mereka ini sering disebut sebagai empat moyang bersaudara atau dengan bahasa Gorom Nusi Hat Si Aali. Mereka mulanya merupakan anak-anak raja dari kerajaan Kayangan.

Keempat orang bersaudara ini mempunyai kerajaan masing-masing. Jadi di pulau Gorom memiliki empat kerajaan adalah Kotasiri, Ondor, Kataloka dan Amar Sikaru.

Selain memiliki kekuasaan masing-masing, keempat raja tersebut memiliki karakter yang berbeda. Raja Kotasiri yang walaupun perenpuan tapi tindakannya sangat dewasa, memiliki pengetahuan yang luas di segala bidang, lebih-lebihnya pemahaman terhadap ilmu tasawus. Bicara tentang tasawuf, Kotasiri lebih dalam dan halus. Karena Kotasirilah tempat rahasia Allah berada.

Raja Ondor (Ali-Ali) hampir sama dengan Kotasiri. Bahkan Ondor dikenal sebagai tanah Syarifullah atau Syarif sehingga desa ini dijuluki sebagai desa ilmu tasawuf.

Raja Kataloka (Ebi-Ebi Derun) orangnya memiliki daya pikir yang cerdas, pandangan tentang ilmu kepemimpinan yang mumpuni. Raja Kataloka dengan kebijakan dan keluasan pengetahuan kepemimpinan, dirinya mampu menghimpun berbagai kependudukan masyarakat pulau Gorom menjadi sebuah kerajaan terbesar di pulau Gorom.

Raja Amar Sikaru (Matohi Derun) memiliki kekuasan penuh di satu pulau Gorom Laut atau pulau Manuwoko. Di pulau juga dikenal banyak jawara, sakti mandraguna. Rajanya sangat tegas sehingga disegani, baik masyarakat maupun musuh-musuh Amar Sekaru. Terkenal dengan daerah Kabaresi.

Setelah pulau Gorom semakin mengering dan semakin luas, akhirnya masyarakat penduduk Gia, Kabes, maaupun penduduk lain berbondong-bondong turun di pesisir pantai. Waktu itu Ondor belum memiliki bama.

Nama Ondor itu diambil dari dua suku kata dari bahasa Inggris adalah On dan Dor. On artinya atas,
sedangkan Dor artinya pintu. Maka
kesimpulannya Ondor artinya pintu atas.

Ondor juga memiliki nama lain yaitu Odar, nama ini diambil dari seekor ikan dari sebuah telaga suci yang disebut talaga Namalua artinya talaga yang suci.

Kini talaga suci itu dibangun sebuah dermaga yang dinamakan Dermaga Namalua.

Untuk mengantarkan seorang raja dari Allan Deron, Gia Datar ro. Sang raja dibawa oleh seekor burung Rajawali ke Telaga Namalua. Rajawali dan Komak atau burung kecil adalah sahabat burung rajawali yang dalam sejarah Gorom, dialah yang menimbang tanah atau mengeringkan tanah pulau Gorom.

Rajawali itu dikenal dengan sebutan Lusi dalam bahasa Gorom. Kisah Lusi yang menimbang tanah itu diceritakan dalam sebuah tarian yang bernama tarian Lusi oleh masyarakat Desa Administrasi Dulak.

Jadi Ondor punya dua nama yaitu Ondor dan Odar. Maka hakikatnya, negeri ini dijaga oleh burung rajawali atau Lusi dan odar lean. Sewaktu-waktu ada musuh yang menyerang, negeri ini selalu dilindungi kedua makhluk itu.

Demikian cerita sejarah Ondor dan Waur, jika cerita dalam tulisan ini terdapat kesalahan, saya selaku anak negeri meminta maaf kepada masyarakat Ondor dan lebih utama kepada para raja dan orang-orang tua atau sesepuh di desa Ondor dan desa administrasi Dulak.

Penulis adalah anak begeri Ondor, yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Rumah Inspirasi Indonesia (RI2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Opini